dalam era telekomunikasi ini,sangat tidak
lucu jika pendidikan masih menggunakan sistem tradisional melulu, Mts
harus punya terobosan terobosan yang berani dan perhitungan yang mantap
jika ingin tampil sama dengan SMP lainnya.
jika MTs hanya seperti ini jangan harap kita
bisa berpacu dengan SMP yang notabene di masyarakat masih punya tempat
dan menjadi vavorit untuk diminati, menurut hemat kami pemikiran
pemikiran MTs yang masih mengandalkan agama sebagai modal penawaran
pendidikan kepada umum harus lebih diperjelas bahwa pendidikan agama
adalah suatu kewajiban dan rutinitas madrasah jadi bukan yang harus
ditonjolkan ,justru menurut kami MTs adalah sekolah yang berbasis
agama harus lebih mendalami ilmu ilmu diluar keagamaan, sebagi ujung
tombak ,sehingga diharapkan lulusan MTS adalah orang orang yang sudah
punya modal agama tetapi mempunyai nilai lebih ilmu ilmu diluar
keagamaan,jika ini bisa berjalan, saya yakin MTs nantinya akan menjadi
sekolah yang akan diperhitungkan oleh masyarakat ,sebab masyarakat nanti
yang akan menilai dan merasakan, jadi bukan hanya janji dan slogan
slogan saja.
pola pola ini sudah penulis cobakan di MTs
Negri Yogyakarta II dan ternyata tidak meleset, ini bisa dilihat dari
tahun ketahun MTs Negri Yogyakarta II banyak mengalami kemajuan dan
peningkatan, apalagi jika semua stokholder bisa mendukung, saya yakin
lima tahun kedepan MTs Negri Yogyakarta II akan menjadi sekolah pilihan
masyarakat .
kalau kita mau jujur Mts Sekarang sangat
terseok seok jika ingin mengejar mutu dari pendidikan di SMP dan bisa
dikatakan jago kandang,mengapa? MTs hanya berani berbicara tentang
pendidikan dilingkungannya saja ,diluar itu mereka masih sangat bingung
dan tidak tahu apalagi tenaga pengajar masih sangat kurang paham dan
mengerti tentang trendperkembangan pendidikan yang upto date , ini
harus menjadi bidang garapan dari Departemen Agama Pusat,Depag harus
berani sesering mungkin mengadakan pelatihan pelatihan yang bekerja sama
dengan Dinas pendidikan bab bagaimanapun mereka tetap menjadi top
leader dalam pendidikan minimal untuk sekarang ini.
MTs harus berani mengajukan prinsip, salah
satunya dalam masalah PPDB, disini MTs harus berani mengambil waktu
pendaftaran sama dengan SMP,jika ini saja tidak berani maka animo siswa
yang terjaring tetap nomor dua atau nomor tiga, bab mereka yang terpilih
tetap terjaring oleh SMP pada umumnya ,memang hal ini berat sekali
bagi MTs bahkan mengandung resiko besar tetapi kalau kita kaji lebih
jauh, justru nanti” paus paus dan hiu hiu” yang akan diraih oleh MTs .
diera serba modern seperti ini MTs harus
benar benar terus mencermati keadaan yang ada ,tenaga guru ,tata usaha
,harus benar benar tangguh dan bisa bekerja secara tim , sekolah harus
berani mengetrapkan bentuk kedisplinan yang tinggi dan itu berlaku
kapada seluruh stokholder di MTs, jika ini terpenuhi, maka MTs bukan
berani berteriak tentang pendidikan dilingkungannya saja tetapi sudah
berani bersuara keluar dan siap menunggu tanggapan tanggapan dari luar
yang tujuanya adalah untuk kemajuan MTs dimasa mendatang serta siap
menerima masukan masukan yang sifatnya membangun. Untuk sekarang ini
memang berat MTs Jika mau bersaing di bidang pengetahuan dengan SMP
,tetapi ada cara jitu untuk bisa mengejar nama besar SMP yaitu dengan
cara mengandalkan kegiatan Ekstrakurikuler.Yang mana SMP kurang tergarap
dengan maksimal,jika ini terjadi maka kegiatan ekstrakurikuler akan
bisa menerobos celah celah yang bolong itu dengan kegiatan kegiatan yang
bermanfaat sebagai misal, KIR.English club, PMR, pengembangan seni,out
bond,Paskibra,Pramuka, dll ini jika kita lihat dari sisi kegiatan umum
belum lagi kegiatan keagamaan seperti mengikuti lomba tilawatil qu.ran
,dll kalau Kita mau jujur disinilah MTs belum bisa menggarap atau memang
tidak bisa,perlu dingat MTs jangan alergi dengan kegiatan kegiatan yang
non agama,kita harus bisa menerima, bahwa kenyataan lulusan MTs banyak
masuk ke sekolah umum baik SLTA atau SMK kalau kita tetap menutup mata
atau pura pura tidak tahu maka MTs tetap akan seperti ini terus
keadaannya ,juga beri kesempatan kepada guru guru yang potensial untuk
bisa berkiprah memajukan MTs, jangan justru kita kebiri atau kita
bedakan karena beda persepsi atau beda instansi depag dan diknas saya
yakin mereka masing masing punya kelebihan dan kekurangan.
penulis ingat dengan teman yang dulu pernah
satu atap dan sekarang mengajar di SMA Negri 3 yogyakarta beliau
bernama Ichwan Aryono,Spd pola pola pemikiran saya hampir persis sama
dengan beliau,dan sekarang di SMA Negri3 beliau mendapat kesempatan
untuk membantu menyumbangkan ilmunya di SMA Negri 3 sehingga SMA negri 3
betul betul menjadi sekolah yang menginternasional dan berita terakhir
teman saya sekarang telah mendapat kesempatan dari diknas pusat untuk
selalu mengembangkan ilmunya sampai keluar negri dengan harapan bisa
mengembangkan ilmunya di indonesia umumnya dan SMA Negri 3 pada
khususnya.
dari cerita penggalan tadi bisa kita ambil
kesimpulan bahwa pendidikan bisa kita raih jika kita sekalian benar
benar mau mengetrapkan dan melaksanakan dengan baik dan tulus,saya yakin
MTs pasti bisa, apalagi sekarang depag telah berani mengambil orang
orang yang sesuai dengan ilmunya baik yang berlatar belakang agama
maupun umum.
penulis pernah datang ke MTs Malang 1 yang
notabene menjadi sekolah unggulan di Indonesia ,disana ternyata juga
tidak jauh berbeda dengan yang penulis utarakan disini ,bedanya mereka
telah terlebih dulu mengetrapkan pola pola yang sama dengan penulis.
seandainya MTs lain juga telah mengetrapkan pola pola seperti MTs
Malang 1 saya yakin MTs telah sama kedudukannya dengan SMP lain bahkan
bisa jadi justru lebih .
perlu kita ketahui semuanya, ini bisa
berjalan jika ada akses kesana, dalam artian para bapak bapak juga
memberikan kesempatan kepada para guru dan tata usaha untuk bisa
menyampaikan segala kemampuannya untuk turut berkiprah , semua nya
harus saling mendukung dan saling mengisi.
Untuk sementara ini MTs jika berbacu dalam
bidang keilmuan jelas masih banyak bersabar jika ingin sama kedudukan
dengan SMP,maka terobosan yang paling akurat dengan cara memperbanyak
kegiatan ekstrakurikuler sebab bagaimanapun, ini untuk sementara waktu
adalah cara paling ampuh dan jitu untuk bisa mengangkat status MTs dari
ketidak dengaran masayarakat menuju kedengaran masyarakat akan kedudukan
MTs dan keunggulan MTs bisa diakui oleh semua lapisan masyarakat bukan
oleh lingkungan Departemen agama saja tapi sampai lintas sektoral,Mts
harus berani masuk kesemua penjuru lapisan, jika perlu semua kegiatan
kita harus selalu ada walaupun sekala kecil itu bukan masalah,perlu kita
tahu skala kecil ini justru nanti akan bisa membentuk ujung yang bisa
menerobos dan membuat suatu lobang yang nantinya akan menjadi jalan tol
kita untuk bisa melesat kedepan meninggalkan yang lainnya.
Sekarang ini sebenarnya tinggal kita
sekalian mau apa tidak untuk bisa menapaki jalan yang penuh tatangan
ini dengan mental dan kemauan serta mental baja untuk mencapai sekolah
yang kita idam idamkan.
Penulis juga sangat terkesan dengan teman
penulis dari sekolah lain yang notabene sudah sangat terkenal dan baik
yaitu SMP Negri 5 yogyakarta ,beliau selalu bilang jangan melihat SMP N 5
yogyakarta sekarang ini tapi lihatlah SMP N 5 yogyakarta 25 tahun lalu
penuh dengan perjuangan dan cobaan serta keprihatinan,hal ini sama
persis dengan omongan pengusaha swalayan terkenal di jogjakarta yaitu H
.sunardi sahuri ,beliau selalu menjawab pertanyaan yang semua hampir
berkisar tentang suksesnya swalayan Pamella, bapak selalu menjawab
jangan melihat nardi pamella sekarang ,tapi lihatlah nardi 30 tahun lalu
seperti apa kepedihan saya yang tiap malam selalu terbangun untuk
mencari nafkah sehari hari,belum lagi penulis ketemu dengan tokoh
pengusaha keturunan india yaiti bapak made yang mempunyai toko textil
besar di jogja yaitu toko PRIMA,beliau juga bercerita, saya dulu tiap
pagi dengan istri putar kota yogya sampai malam dengan vespa butut dan
itu berlangsung bertahun tahun tidak kenal hujan dan panas dan hasilnya
sekarang baru bisa saya raih setelah usia saya menjelang tua ,dan itu
bagi kami tidak masalah yang penting adalah semangat untuk maju dan
pantang menyerah untuk mencapai suatu keberhasilan ,dan semangat maju
inilah yang nantinya akan saya berikan kepada anak turun saya,sekarang
bagaimana dengan kita ? berani tidak untuk melawan zaman yang semakin
menghadang kita.
Perlu kita ingat “jangan kita berkata, jika
kita tidak tahu dasar perkataan kita ,bab itu semua, yang nantinya akan
menjerumuskan kita dan keluarga kita kedalam ketidaktahuan” “”Sigit
rukmono”".
kebanyakan teman teman kita di MTs banyak
yang berani mengutarakan sesuatu tentang perbandingan pendidikan antara
Mts dan sekolah umum (SMP) dan sayangnya mereka mayoritas mengatakan
bahwa pendidikan di MTs masih sangat jauh ,dibanding SMP dengan memberi
bumbu kelebihan SMP dengan berlebih,padahal satu sisi beliau tidak
memberi data akurat ,bahkan mengadakan penelitian atau berkunjung
kesekolah SMP pun tidak pernah sama sekali mereka hanya bilang bahwa
SMP “A” adalah baik ,hal ini sangat lucu jika kita pikir ,apa dasar
mereka bisa menyimpulkan dan mengatakan demikian.
cara terbaik adalah berilah guru guru MTs
kesempatan untuk sering mengadakan study banding dengan sekolah yang
lain kalau perlu jangan yang satu atap akan tetapi dengan instansi lain
atau lembaga pendidikan lain tanpa membedakan latar belakang agama
,etnis dll. Disamping itu guru guru MTs harus punya interpreuner yang
cukup baik dan bagus dalam strategi untuk mensiasati keadaan dan situasi
sekarang yang makin maju saja . termasuk juga bentuk bentuk seminar
yang diadakan oleh lembaga perguruan tinggi Islam seperti UIN harus ada
tindak lanjutnya ,jadi harus ada kelanjutan dari hasil seminar tadi
,jika ini bisa berjalan dengan baik maka pendiduikan bisa berimbang
dengan pendidikan yang diadakan oleh diknas, disamping itu juga orang
orang di lingkungan depag terutama yang berkecipung di dunia pendidikan
yaitu mapenda harus benar benar tahu tentang pendidikan,jadi jelasnya
orang orang yang ada di sini minimal harus sudah berkecimpung di
pendidikan dulu sehingga posisi mependa nanti akan benar benar baik dan
kuat karena adanya basik tenaganya sudah mencukupi. Dari bentuk latar
pendidikan gurunya depag harus berani merombak terutama di bagian
mapendanya harus siap menerima orang orang yang berlatar belakang ilmu
pengetahuan umum jadi tidak harus berlatar belakang agama terus juga
dari latar belakang perguruan tinggi umum, seperti UNY,UGM, ITB.IPB
dll,sebab tidak bisa dipungkiri lulusan dariMTs banyak yang masuk ke
sekolah umum atau SMK,sementara depag sendiri belum berani membuka MAN
kejuruan . Kalau kita lihat justru sekarang ini sekolah dilingkungan
depag masih serba tanggung bentuk kurikulumnya,padahal sebenarnya
fasilitas lainnya sudah cukup mencukupi,sayang hanya sumber daya
manusianya yang belum siap,inilah sebenarnya depag harus bisa menggarap.