Kamis, 03 Oktober 2013

Strategi MTs Dalam Menuju Pendidikan yang Berkualitas

dalam era telekomunikasi ini,sangat tidak lucu jika pendidikan masih menggunakan sistem tradisional  melulu, Mts harus punya terobosan terobosan yang berani dan perhitungan yang mantap jika ingin tampil sama dengan SMP lainnya.
jika MTs hanya seperti ini jangan harap kita bisa berpacu dengan SMP yang notabene di masyarakat masih punya tempat dan menjadi vavorit untuk diminati, menurut hemat kami pemikiran pemikiran MTs  yang masih mengandalkan agama sebagai modal penawaran pendidikan  kepada umum harus lebih diperjelas bahwa pendidikan agama adalah suatu kewajiban dan rutinitas madrasah jadi bukan yang harus
ditonjolkan ,justru menurut kami  MTs adalah  sekolah   yang berbasis agama harus lebih mendalami ilmu ilmu diluar keagamaan, sebagi ujung tombak ,sehingga diharapkan lulusan MTS adalah orang orang yang sudah punya modal agama tetapi mempunyai nilai lebih ilmu ilmu diluar keagamaan,jika ini bisa berjalan, saya yakin MTs nantinya akan menjadi sekolah yang akan diperhitungkan oleh masyarakat ,sebab masyarakat nanti yang akan menilai dan merasakan, jadi bukan hanya janji dan slogan  slogan saja.
pola pola ini sudah penulis cobakan di MTs Negri Yogyakarta II dan ternyata tidak meleset, ini bisa dilihat dari tahun ketahun MTs Negri Yogyakarta II banyak mengalami kemajuan dan peningkatan, apalagi jika semua stokholder bisa mendukung, saya yakin lima tahun kedepan MTs Negri Yogyakarta II akan menjadi sekolah pilihan masyarakat .
kalau kita mau jujur Mts Sekarang sangat terseok seok jika ingin mengejar mutu dari pendidikan di SMP  dan bisa dikatakan jago kandang,mengapa? MTs hanya berani berbicara tentang pendidikan dilingkungannya saja ,diluar itu mereka masih sangat bingung dan tidak tahu apalagi tenaga pengajar masih sangat kurang paham dan mengerti  tentang trendperkembangan pendidikan yang upto date , ini harus menjadi bidang garapan dari Departemen Agama Pusat,Depag harus berani sesering mungkin mengadakan pelatihan pelatihan yang bekerja sama dengan Dinas pendidikan bab bagaimanapun mereka tetap menjadi top leader dalam pendidikan minimal untuk sekarang ini.
MTs harus berani mengajukan prinsip, salah satunya dalam masalah PPDB, disini MTs harus berani mengambil waktu pendaftaran sama dengan SMP,jika ini saja tidak berani maka animo siswa yang terjaring tetap nomor dua atau nomor tiga, bab mereka yang terpilih tetap terjaring oleh SMP pada umumnya ,memang hal ini berat sekali  bagi MTs bahkan mengandung resiko besar tetapi kalau kita kaji lebih jauh, justru nanti” paus paus dan hiu hiu” yang akan diraih oleh MTs .
diera serba modern seperti ini MTs harus  benar benar terus mencermati keadaan yang ada ,tenaga guru ,tata usaha ,harus benar benar tangguh dan bisa bekerja secara tim , sekolah harus berani mengetrapkan bentuk kedisplinan yang tinggi dan itu berlaku kapada seluruh stokholder di MTs, jika ini terpenuhi, maka MTs bukan berani berteriak tentang pendidikan dilingkungannya saja tetapi sudah berani bersuara keluar dan siap menunggu tanggapan tanggapan dari luar yang tujuanya adalah untuk kemajuan MTs dimasa mendatang serta siap menerima masukan masukan yang sifatnya membangun. Untuk sekarang ini memang berat MTs Jika mau bersaing di bidang pengetahuan dengan SMP ,tetapi ada cara jitu untuk bisa mengejar nama besar SMP yaitu dengan cara mengandalkan kegiatan Ekstrakurikuler.Yang mana SMP kurang tergarap dengan maksimal,jika ini terjadi maka kegiatan ekstrakurikuler akan bisa menerobos celah celah yang bolong itu dengan kegiatan kegiatan yang bermanfaat sebagai misal, KIR.English club, PMR, pengembangan seni,out bond,Paskibra,Pramuka, dll ini jika kita lihat dari sisi kegiatan umum belum lagi kegiatan keagamaan seperti mengikuti lomba tilawatil qu.ran ,dll kalau Kita mau jujur disinilah MTs belum bisa menggarap atau memang tidak bisa,perlu dingat MTs jangan alergi dengan kegiatan kegiatan yang non agama,kita harus bisa menerima, bahwa kenyataan lulusan MTs banyak masuk ke sekolah umum baik SLTA atau SMK kalau kita tetap menutup mata atau pura pura tidak tahu maka MTs tetap akan seperti ini terus keadaannya ,juga beri kesempatan kepada guru guru yang potensial untuk bisa berkiprah memajukan MTs, jangan justru kita kebiri atau kita bedakan karena beda persepsi atau beda instansi depag dan  diknas saya yakin mereka masing masing punya kelebihan dan kekurangan.
penulis ingat dengan teman yang dulu pernah satu atap dan sekarang mengajar di SMA Negri 3 yogyakarta  beliau bernama Ichwan Aryono,Spd pola pola pemikiran saya hampir persis sama dengan beliau,dan sekarang di SMA Negri3 beliau mendapat kesempatan untuk membantu menyumbangkan ilmunya  di SMA Negri 3 sehingga SMA negri 3 betul betul menjadi sekolah yang menginternasional dan berita terakhir  teman saya sekarang telah mendapat kesempatan dari diknas pusat untuk selalu mengembangkan ilmunya sampai keluar negri  dengan harapan bisa mengembangkan ilmunya di indonesia umumnya dan SMA Negri 3 pada khususnya.
dari cerita penggalan tadi bisa kita ambil kesimpulan bahwa pendidikan bisa kita raih jika kita sekalian benar benar mau mengetrapkan dan melaksanakan dengan baik dan tulus,saya yakin MTs pasti bisa, apalagi sekarang depag telah berani mengambil orang orang yang sesuai dengan ilmunya baik yang berlatar belakang agama maupun umum.
penulis pernah datang ke MTs Malang 1 yang notabene menjadi sekolah unggulan di Indonesia ,disana ternyata juga tidak jauh berbeda dengan yang penulis utarakan disini ,bedanya mereka telah terlebih dulu mengetrapkan pola pola yang  sama dengan penulis. seandainya MTs lain juga telah mengetrapkan pola pola  seperti MTs Malang 1 saya yakin MTs telah sama kedudukannya dengan SMP lain bahkan bisa jadi  justru lebih .
perlu kita ketahui semuanya, ini bisa berjalan jika ada akses kesana, dalam artian para bapak bapak juga memberikan kesempatan kepada para guru dan tata usaha untuk bisa menyampaikan  segala kemampuannya untuk turut berkiprah , semua nya harus saling mendukung dan saling mengisi.
Untuk sementara ini MTs jika berbacu dalam bidang keilmuan jelas masih banyak bersabar jika ingin sama kedudukan dengan SMP,maka terobosan yang paling akurat dengan cara memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler sebab bagaimanapun, ini untuk sementara waktu adalah cara paling ampuh dan jitu untuk bisa mengangkat status MTs dari ketidak dengaran masayarakat menuju kedengaran masyarakat akan kedudukan MTs dan keunggulan MTs bisa diakui oleh semua lapisan masyarakat bukan oleh lingkungan Departemen agama saja tapi sampai lintas sektoral,Mts harus berani masuk kesemua penjuru lapisan, jika perlu semua kegiatan kita harus selalu ada walaupun sekala kecil itu bukan masalah,perlu kita tahu skala kecil ini justru nanti akan bisa membentuk ujung yang bisa menerobos dan membuat suatu lobang yang nantinya akan menjadi jalan tol kita untuk bisa melesat kedepan meninggalkan yang lainnya.
Sekarang ini sebenarnya tinggal kita sekalian mau apa tidak  untuk bisa menapaki jalan yang penuh tatangan ini dengan mental dan kemauan serta mental baja untuk mencapai sekolah yang kita idam idamkan.
Penulis juga sangat terkesan dengan teman penulis dari sekolah lain yang notabene sudah sangat terkenal dan baik yaitu SMP Negri 5 yogyakarta ,beliau selalu bilang jangan melihat SMP N 5 yogyakarta  sekarang ini tapi lihatlah SMP N 5 yogyakarta 25 tahun lalu penuh dengan perjuangan dan cobaan serta keprihatinan,hal ini sama persis dengan omongan pengusaha swalayan terkenal di jogjakarta yaitu H .sunardi sahuri ,beliau selalu menjawab pertanyaan yang semua hampir berkisar tentang suksesnya  swalayan Pamella,  bapak selalu menjawab jangan melihat nardi pamella sekarang ,tapi lihatlah nardi 30 tahun lalu seperti apa kepedihan saya yang tiap malam selalu terbangun untuk mencari nafkah sehari hari,belum lagi penulis ketemu dengan tokoh pengusaha keturunan india yaiti bapak made yang mempunyai toko textil besar di jogja yaitu toko PRIMA,beliau juga bercerita, saya dulu tiap pagi dengan istri putar kota yogya sampai malam dengan vespa butut dan itu berlangsung bertahun tahun tidak kenal hujan dan panas dan hasilnya sekarang baru bisa saya raih setelah usia saya menjelang tua ,dan itu bagi kami tidak masalah yang penting adalah semangat untuk maju dan pantang menyerah  untuk mencapai suatu keberhasilan  ,dan semangat maju inilah yang nantinya akan saya berikan kepada anak turun saya,sekarang bagaimana dengan kita  ? berani tidak untuk melawan zaman yang semakin menghadang kita.
Perlu kita ingat “jangan kita berkata, jika kita tidak tahu dasar perkataan kita ,bab itu semua, yang nantinya akan menjerumuskan kita dan keluarga kita kedalam ketidaktahuan” “”Sigit rukmono”".
kebanyakan teman teman kita di MTs banyak yang berani mengutarakan sesuatu tentang perbandingan pendidikan antara Mts dan sekolah umum (SMP) dan sayangnya mereka mayoritas mengatakan bahwa pendidikan di MTs masih sangat jauh ,dibanding SMP dengan memberi bumbu kelebihan SMP dengan berlebih,padahal satu sisi beliau tidak memberi data akurat ,bahkan mengadakan penelitian atau berkunjung kesekolah SMP pun tidak pernah sama sekali mereka hanya bilang bahwa SMP  “A” adalah baik ,hal ini sangat lucu jika kita pikir ,apa dasar mereka bisa menyimpulkan dan mengatakan demikian.
cara terbaik adalah berilah guru guru MTs kesempatan untuk sering mengadakan study banding dengan sekolah yang lain kalau perlu jangan yang satu atap akan tetapi dengan instansi lain atau lembaga pendidikan lain tanpa membedakan latar belakang agama ,etnis dll. Disamping itu guru guru MTs harus punya interpreuner yang cukup baik dan bagus dalam strategi untuk mensiasati keadaan dan situasi sekarang yang makin maju saja . termasuk juga bentuk bentuk seminar yang diadakan oleh lembaga perguruan tinggi Islam seperti UIN  harus ada tindak lanjutnya ,jadi harus ada kelanjutan dari hasil seminar tadi ,jika ini bisa berjalan dengan baik  maka pendiduikan bisa berimbang dengan pendidikan yang diadakan oleh diknas, disamping itu juga orang orang di lingkungan depag terutama yang berkecipung di dunia pendidikan  yaitu mapenda  harus benar benar  tahu tentang pendidikan,jadi jelasnya orang orang yang ada di sini minimal harus sudah berkecimpung di pendidikan dulu sehingga posisi mependa nanti akan benar benar baik dan kuat karena adanya basik tenaganya sudah mencukupi. Dari bentuk latar pendidikan gurunya depag harus berani merombak terutama di bagian mapendanya  harus siap menerima orang orang yang berlatar belakang ilmu pengetahuan umum jadi tidak harus berlatar belakang agama terus juga dari latar belakang perguruan tinggi umum, seperti UNY,UGM, ITB.IPB dll,sebab tidak bisa dipungkiri lulusan  dariMTs banyak yang masuk ke sekolah umum atau SMK,sementara depag sendiri belum berani membuka MAN kejuruan . Kalau kita lihat justru sekarang ini sekolah dilingkungan depag masih serba tanggung bentuk kurikulumnya,padahal sebenarnya fasilitas lainnya sudah cukup mencukupi,sayang hanya sumber daya manusianya yang belum siap,inilah sebenarnya depag harus bisa menggarap.