Selasa, 15 Oktober 2013

Apa Sih Arti “Minal Aidin Wal Faizin” Itu?

Menjelang hari raya, sudah banyak orang mengirim SMS lebaran, padahal lebaran masih beberapa hari lagi. Saya juga sudah menerima SMS. Diperkirakan besok SMS lebaran yang masuk ke ponsel setiap orang akan lebih banyak lagi. Itu belum termasuk ucapan melalui jejaring sosial, email, dan blog.
Kalimat apa yang banyak diucapkan orang untuk memberi ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri? Kalau bukan “minal ‘aidin wal faizin”, ya “mohon maaf lahir dan batin”. Seringkali penulisan kedua kalimat itu disatukan menjadi “minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin”. Bagi orang yang tidak mengerti Bahasa Arab mungkin beranggapan bahwa “minal ‘aidin wal faizin” itu artinya “maaf lahir dan batin”. Benar bukan?
Pertanyaannya, benarkah arti “minal ‘aidin wal faizin” adalah “mohon maaf lahir dan batin”?
Berdasarkan beberapa sumber di jagat maya seperti Wikipedia, mengucapkan kata “Minal ‘Aidin wal Faizin” di saat hari Idul Fitri maupun Idul Adha merupakan budaya umat Islam di Indonesia. Biarpun berbahasa Arab, ucapan ini tidak akan dimengerti maknanya oleh orang Arab, kalimat ini pun tidak ada dalam kosa kata kamus bahasa Arab, dan hanya dapat dijumpai makna kata per katanya saja. Tidak ada dasar-dasar yang jelas tentang ucapan ini, baik berupa hadits atau lainnya.
Jika bukan “mohon maaf lahir dan batin”, lalu apa arti ucapan “minal ‘aidin wal faizin”?
Seperti yang telah diterangkan di atas, menurut bahasa Arab ucapan ini hanya memiliki arti per kata, bukan per kalimat. Secara per huruf ucapan ini diterjemahkan menjadi “dari (yang) kembali dan berhasil”. Adapun di Indonesia, ucapan ini kemudian ditejemahkan menjadi “Semoga kita semua tergolong mereka yang kembali (ke fitrah) dan berhasil (dalam latihan menahan diri)”. Khusus untuk kalimat “kembali (ke fitrah)” perlu dicaritahu asal-muasalnya, mengingat arti kata “Fitr” pada kata ‘Id Al Fitr (yang kita baca “Idul Fitri”) bermakna “berbuka” bukan “kesucian”, karena arti kata ‘Id Al Fitr atau Idul Fitri adalah “Hari Raya Berbuka (dari puasa)”.
Hmm, lalu jika bukan “minal ‘aidin wal faizin”, apakah yang diucapkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat di Hari Raya? Mari kita simak hadits berikut ini.
Dari Khalid bin Ma’dan, dia berkata: “Aku bertemu dengan Watsilah bin Al Asyqa’ di Hari Raya, maka aku berkata: Taqobballallohu minna wa minka”
Watsilah berkata: “Aku bertemu dengan Rasulallah SAW di Hari Raya, maka aku berkata: Taqobballallohu minna wa minka, maka Rasulallah berkata: Na’am (iya), taqobballallohu minna wa minka”
-HR Baihaqi-
Adapun arti dari “Taqobballallohu minna wa minka” adalah “semoga Allah menerima (amal)ku dan (amal)mu”. Lafal “ka” yang berarti “kamu” di akhir kalimat bisa diganti sesuai dengan orang yang dido’akan: “ka” jika lawan bicara yang dido’akan dengan ucapan ini adalah seorang laki-laki, “ki” jika lawan bicaranya seorang wanita, dan “kum” jika lawan bicara adalah orang banyak.
Berarti berdasarkan hadits Rasulullah SAW ucapan Hari Raya adalah “Taqobballallohu minna wa minkum”.
Hal ini penting untuk kita ketahui, karena Allah berfirman dalam surah Al Isra ayat 36:
“Jangan engkau amalkan sesuatu (amalan) yang tidak engkau ketahui ilmunya”
Sedangkan Rasulullah SAW bersabda di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori
“Barang siapa yang beramal dengan amalan yang tidak ada perkaraku atasnya (tidak pernah aku contohkan) maka (dia atau amalannya) ditolak”.
Karena ternyata masih banyak diantara kita yang belum mengetahui hal ini. Seperti yang pernah saya alami ketika mendapat amal sholih mengisi materi pengajian setelah Hari Raya beberapa tahun lalu. Saat itu saya sempat bertanya pada peserta pengajian “Apa arti ucapan minal ‘aidin wal faizin?”. Semua orang yang saya tunjuk untuk menjawab pertanyaan itu sepakat bahwa -menurut mereka- arti ucapan tersebut adalah “Mohon maaf lahir dan batin”. Yang lebih menggelitik lagi adalah ketika saya bertanya tentang arti ucapan “Taqobballallohu minna wa minka”, ternyata para peserta pengajian mengira ucapan tersebut juga berarti “Mohon maaf lahir dan batin”.
Alhamdulillah, kini kita sudah tahu bagaimana contoh Rasulullah SAW dalam hal ucapan Hari Raya. Sebagai ummat yang mengakui Rasulullah SAW sebagai panutannya, bukankah sudah seharusnya kita beramal sebagaimana contoh Rasulullah? ^^
Semoga Allah memberi izin kepada kita kesuksesan dalam beribadah di sisa bulan Ramadhan tahun ini sehingga bisa benar-benar berbahagia di Hari Raya, serta semoga kita bisa bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun depan.
Alhamdulillah jaza kumullahu khoiro. Selamat  Idul Adha 1434 H. Taqobballallohu minna wa minkum.

Senin, 14 Oktober 2013

PINTU-PINTU MASUKNYA SYETAN

Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati.

Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati. Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tsb. Melindungi hati dari gangguan syetan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya syetan itu merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasi hati manusia.

Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki syetan sebenrnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki syetan itu adalah:



1. Marah


Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.


2. Hasad


Manusia bila hasud dan tamak menginginkan sesuatu dar orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda:” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.


3. Perut kenyang


Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada syetan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam. Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada!

Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya berkata: Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya. Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.

Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:
1. Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
2· Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
3· Mengganggu ketaatan kepada Allah
4· Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
5· Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
6· Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani


4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga


Bila syetan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.


5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan recheck


Rasulullah pernah bersabda: Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan hati-hati adalah dari Allah SWT.

Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain itegaskan: “Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita edilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan.

Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.


6. Mencintai harta


Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.


7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan kelompok lain.


Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain. Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas.

Bila syetan menghiasi pada manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.


8. Kikir dan takut miskin.


Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya syaitan berkata:

Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dar hak kewajibannya (zakat).

Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan.

Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.


9. Memikirkan Dzat Allah


Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan terpeleset pada kesyirikan.

10. Suudzon terhadap orang Islam ghibah.


Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ(12)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.

Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan atetpi orang munafik selalu mencari cela orang lain.

Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan untuk menguasai benteng hatinya. Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mempu menghitus semua pintu masuknya syetan ke dalam hati manusia Sekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah acukup dengan zikrullah dan mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan syetaan adalah dengan menutup semua pintu masuknya syetan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas. Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka syetan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa zikir tidak akan kokh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela.

Bila orang yang hatinya mamsih diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran syetan. Oleh sebab itu Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ(201)

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)

Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing lapar yang mendakati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya dengan ucapan kaita. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan syetan akan pergi hanya dengan dzikrullah.

Syahwat bila menguasi hati maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian daari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka syetan langsusng. Inilah yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ(200)

Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al A’roof ayat 200)

Dalam ayat lain disebutkan:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ(98)إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا

وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ(99)إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ(100)


Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An Nahl 98-100)

Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga syetan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil syetan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai syetan yaitu

syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi dir dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang kerasa dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka syetan mendesak mamsuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong.Allab SWT berfirman :
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ(37)

Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qoof 37)

Sabtu, 12 Oktober 2013

Definisi Aqidah

Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) :
Kata "‘aqidah" diambil dari kata dasar "al-‘aqdu" yaitu ar-rabth(ikatan), al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat), at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan).
"Al-‘Aqdu" (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: " ‘Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " ‘Aqdan" (ikatan sumpah), dan " ‘Uqdatun Nikah" (ikatan menikah). Allah Ta'ala berfirman, "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja ..." (Al-Maa-idah : 89).
Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul ‘Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan al-Mu'jamul Wasiith: (bab: ‘Aqada).
Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara pasti adalah aqidah; baik itu benar ataupun salah.
Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi)
Yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidka tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.
Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan apapun pada orang yang  menyakininya. Dan harus sesuai dengan kenyataannya; yang tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut tidak sampai pada singkat keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan aqidah. Dinamakan aqidah, karena orang itu mengikat hatinya diatas hal tersebut.

Aqidah Islamiyyah:
Maknanya adalah keimanan yang pasti teguh dengan Rububiyyah Allah Ta'ala, Uluhiyyah-Nya, para Rasul-Nya, hari Kiamat, takdir baik maupun buruk, semua yang terdapat dalam masalah yang ghaib, pokok-pokok agama dan apa yang sudah disepakati oleh Salafush Shalih dengan ketundukkan yang bulat kepada Allah Ta'ala baik dalam perintah-Nya, hukum-Nya maupun ketaatan kepada-Nya serta meneladani Rasulullah SAW.

Aqidah Islamiyyah:
Jika disebutkan secara mutlak, maka yang dimaksud adalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, karena itulah pemahaman Islam yang telah diridhai oleh Allah sebagai agama bagi hamba-Nya. Aqidah Islamiyyh adalah aqidah tiga generasi pertama yang dimuliakan yaitu generasi sahabat, Tabi'in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Nama lain Aqidah Islamiyyah:
Menurut Ahlus Sunnah wal Jama'ah, sinonimnya aqidah Islamiyyah mempunyai nama lain, di antaranya, at-Tauhid, as-Sunnah, Ushuluddiin, al-Fiqbul Akbar, Asy-Syari'iah dan al-Iman.
Nama-nama itulah yang terkenal menurut Ahli Sunnah dalam ilmu ‘aqidah.

Jumat, 11 Oktober 2013

PESANTREN vs SEKOLAH

PESANTREN vs SEKOLAH
“Mayoritas anak (baik lulusan SMP maupun SD) lebih menginginkan masuk ke sekolah formal baik SMP, MTs, SMA, maupun SMK. Mengapa?” B Anyak yang bilang kalau pendidikan di pesantren itu sulit, terbatas, terkekang, banyak aturannya, lebih banyak materi agamanya dan harus disiplin waktu, sedangkan di sekolah umum pendidikannya bebas, materinya lebih ringan dan tidak ada pembatasan antara siswa laki-laki dan perempuan. Inilah yang sering membuat perbedaan polapandang antara orang tua (yang menyekolahkan) dengan sang anak(yang disekolahkan). Perbedaan ini kemudian meruncing dimana antara orang tua dan anak bertolak belakang keinginan. Orang tua ingin anaknya masuk pesantren karena rasa
khawatir akan bebasnya pergaulan, merosotnya nilai moralitas dan berbagai peristiwa yang di tayangkan media tentang sepak terjang para “pelajar” dewasa ini. Mereka berharap dengan memasukkan anaknya ke pesantren dapat menjadikan sang anak memiliki bekal agama yang kuat sehingga tidak terseret arus globalisasiyang kian vulgar. Namun bagaimana dengan sang anak yang akan menjalani pendidikan selama beberapa tahun ke depan? Mayoritas anak (baik lulusan SD maupun SMP) lebih menginginkan masuk ke sekolah formal baik SMP, MTs, SMA maupun SMK. Mengapa? Tentunya segudang alasan akan meluncur dari mulut mereka sebagai argumentasi untuk meluluhkan sang orang tua. Tetapi sesungguhnya alasan mendasar yang ada di pikiran mereka hanya satu...Mereka sudah antipati dengan yang namanya “PESANTREN” yang (menurut mereka) sangat terkesan ndeso, kuno, nggak keren, menjemukan, nggak bebas, dan hanya akan menghilanhkan masa-masa indah remaja mereka. Pesanten juga terkesan menjauhkan mereka dari dunia modern, anti teknologi (karena di pondok tidak boleh membawa HP), anti dunia luar (di pondok tidakboleh semaunya keluar asrama untuk jalan-jalan nongkrong di mall, dll), anti pacaran dan masih segudang kegembiraan yang akan tercerabut jika berada di pesantren. Nah, bagaimana sebenarnya yang terjadi? Berikut ini saya mencoba memberikan gambaran perbedaan antara pendidikan umum (SD, SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA) denganpondok pesantren “salafiyah”. SEKOLAH UMUM Kelebihan dari pendidikan formal (sekolah umum): a. Kurikulum Memiliki kurikulum tetap dan mengikuti perkembangan serta menyesuaikan dengan standar pendidikan Nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah. Memiliki buku ajar yang permanent untuk proses belajar mengajar yang efektif. Satuan Pelajaran yang sudah ditetapkan menjadi acuan dalam proses belajar mengajar. Mendapatkan pengakuan secara Nasional brupa sertifikatatau ijazah yang diterma oleh semua pihak. b. Metode Pengajaran Ada beberapa metode yang dipakai dalam pendidikan sekolah umum, diantaranya sebagai berikut: Ceramah, bermain, praktikum, tanya jawab dan lain-lain yang di sesuaikan dengan bidang studinya. Ada sebagian sekolah mengadakan kegiatan belajar mengajar tida di dalam kelas namun juga di luar ruang kelas. c. Lingkungan Belajar Proses belajar mengajar berlangsung selama 7 jam min atau max 9 jam dalam sehari. Dilakukan di dalam kelas dan di luar kelas, termasuk ruang praktikum. d. Komponen Warga Belajar Guru yang tetap. Peserta didik. Sekolah berjenjang Wali murid atau orang tua Kekurangan dari pendidikan formal (sekolah umum): a. Kurikulum Harus selalu mengikuti perkembangan yang disampaikan oleh Pemerintah. Kebanyakan tenaga pendidik merasa kewalahan terhadapperubahan kurikulum yang dilakukan Pemerintah. b. Metode Pengajaran Bangunan Sumber Daya Manusia dalam mengajar kurang maksimal Kebanyakan tenaga pendidik enggan melakukan berbagai pendekatan dalam proses belajar mengajar c. Lingkungan Belajar Membutuhkan sarana prasarana yang lengkap Membutuhkan biaya pendidikan yang mahal d. Komponen warga belajar Wali siswa kebanyakan kurang andil dalam bagian proses belajar mengajar Tenaga pendidik kurang dalam menambah pengetahuan sehingga peserta didik merasa bosan dengan apa yang disampaikan Itulah sekilas kelebihan dan kekurangan yang ada di lembaga pendidikan formal. Lalu bagaimana dengan pesantren? PESANTREN Kelebihan pesantren Adapun kelebihan dalam pendidikan di pesantren diantaranya adalah sebagai berikut: a. Kurikulum Pesantren mampu membuat dan menentukan kurikulum sendiri tanpa mengikuti standar pendidikan yang di tentukan oleh pemerintah Pesantren mampu memberikan nilai lebih dalam proses belajar mengajardengan pendekatan keilmuan yang dibutuhkan peserta didik b. Metode Pengajaran Mampu mengembangkan metode-metode baru dalam menanamkan konsep maupun mempraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari Peserta didik dapat belajar langsung dari pengalaman yang timbul sehari-hari dan menanyakan (study) kasus secara langsung dengan dewan guru (ustadz/ ustadzah) yang bersangkutan Proses belajar mengajar dilakukan 24 jam sehari semalam, sehingga kekurangan yang terjadi akan tertanggulangi secara langsung. c. Lingkungan Belajar Dukungan lingkungan terhadap proses belajar mengajar langsung diperoleh peserta didik dari pendidik Bimbingan dan asuhan pendidik langsung pada peserta didik karena dilakukan di dalam asrama d. Komponen warga belajar Kyai, asrama, tempat belajar, ruang praktikum, guru, santri, wali santri Semua komponen mampu mengaplikasikan dan menjadikan hidup adalah belajar dan ibadah Kekurangan pesantren a. Kurikulum Kurikulum selalu berubah tanpa ada pemberitahuann dan sekehendak kyai Tidak adanya standar tetap keberhasilan seorang santri dikatakan telah lulus atau tamat menempuh pendidikan b. Metode Pengajaran Aktifitas santri untukbertanya kurang Santri terlalu difokuskan pada hafalan dan konsep-konsep pada setiap mata pelajaran , sehingga sebagian santri merasa cepat bosan dengan metode tersebut c. Lingkungan belajar Kebersihan lingkungan terkadang di abaikan Kurangnya tempat untuk belajar lebih konsentrasi d. Komponen warga belajar Dikarenakan setiap santri diwajibkan belajar mandiri dapat mengakibatkan seorang santri malas, karena kurangnya bimbingan dan pengawasan dari para guru atau ustadz. Dari paparan di atas, kita bisa melihat bahwa setiap lembaga baik sekolah maupun pesantren masung-masing memiliki kelebihan namun juga memiliki kekurangan . Padahal semua orang akan mendambakan sebuah kesempurnaan (meski ini sangat sulit atau bahkan tidak mungkin), yang artinya haruslah digabungkan kelebihan sekolah dan kelebihan pesantren serta “menambal” kekurangan sekolah dan kekurangan dari pesantren itu sendiri. Kita dapat membayangkan betapa indah dan hebatnya generasi bangsa ini yang lahir dari penggabungan dua kekuatan yang luar biasa. Kekuatan intelektual sekolah dan kekuatan spiritual pesantren. Kiranya akan lahir putra-putra bangsa yang cerdas namun tetap berakhlaqul karimah sesuai kaidah-kaidah dan norma-norma islam. Pesantren (tetap) Lebih Baik dari Sekolah Umum Terlepas dari semua kekurangan dan kelebihan dari masing-masing lembaga, pesantren tetap memiliki nilai lebih. Betapa tidak, sebuah negara akan berdiri kokoh jika para pemimpin dan masyarakatnya memiliki akhlaq yang baik sehingga dalam setiap langkah dan perbuatannya akan senantiasa menepati aturan dan norma-norma yang diperbolehkan oleh Allah Swt. Dan hal itu hanya akn dapat terwujud saat para pemimpin dan masyarakat negara itu mempunyai pengetahuan dan kesadaran agama yang tinggi dimana di dalam agamalah hukum-hukumdan norma-norma Allah Swt. tersiratdan tersurat. Dan jelas pesantren mengungguli sekolah karena dalam hal ini memang pelajaran utama pesantren adalah kajian tentang hukum-hukum Allah Swt. melaluikajian kitab-kitab suci, fatwa para ulama dan lain sebagainya. Korupsi, perselingkuhan dan berbagai kejahatan yang tejadi sebagaimana kita saksikan belakangan ini adalah karena minimnya pengetahuan dan kesadaran manusia akan hukum-hukum dari Allah Swt. yangtertuang dalam agama. Sayangnya, seperti yang telah saya ungkap diawal, kini pesantren sungguh menjadi lembaga yang “sangat tidak menarik” terutama bagi generasi muda kita, tergerus oleh norma-norma ciptaan manusia yang kemudian disebut globalisasi , modernitas atau apapun namanya. Maka dibutuhkan sebuah terobosan baru untuk kembali menarik generasi muda kita masuk ke dalam lingkar kehidupan yang agamis. Inilah yang menjadi salah satu alasan Kyai “...” yang kemudian menggagas lahirnya sebuah lembaga pendidikan formal (sekolah) namun berbasis pada keilmuan agama (pesantren). Kedua Kyai Pengasuh Pesantren “...” tersebut berharap agar dapat kembali merangkul generasi-generasi muda (lulusan SD dan SMP) di lingkungan “...” khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya untuk kembali ke dunia akhlaq mulia. Untuk menjawab tantangan zaman dan mengakomodir keinginan masyarakat (orang tua siswa) yang menginginkan anaknya belajar ilmu agama sehingga dapat diharapkan menjadi waladun solikhun , namun juga tetap menarik bagi generasi muda (anak) mengingat sebuah pendidikan hanya akan berhasil jika ada ketertarikan dan kecintaan yang dididik. Maka lahirlah “...” dengan segala pelajaran dan aktifitas layaknya sekolah umum lainnya, namun berada di lingkup “...” dibawah asuhan “...” yang memberikan pendidikan keagamaan seperti pesantren salafiyah diluar jam blajat mengajar sekolah. Kini, “...” terus berbenah diri untuk meningkatkan pelayanan sehingga dapat memenuhi keinginan semua pihak.(N)

Kamis, 10 Oktober 2013

Mengapa harus ada pedoman/materi PMI ?

Sebagai organisasi besar yang bergelut dalam bidang kemanusiaan di dunia, tentunya PMI harus mempunyai tujuan yang jelas terhadap apa yang akan dilakukannya. Pelayanan yang diberikan PMI terhadap masyarakat banyak sekali bentuknya, yakni dalam hal Penanggulangan bencana alam, pelayanan Kesehatan, Donor darah, dan banyak lagi bentuk pelayanan PMI yang diberikan terhadap masyarakat.

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah hal yang mutlak yang harus diperhatikan, dimana saat ini PMI mempunyai Relawan – Relawan yang harus siap sedia setiap saat menjalankan tugas misi gerakan kemanusiaan ini, diantaranya :

* Anggota Remaja : adalah anggota Remaja yang tergabung dalam Palang Merah Remaja ( PMR) yang berada di sekolah – sekolah atau lingkungan masyarakat yang berusia dianatara 7 s.d 18 tahun.
* Korps Sukarela (KSR) : adalah Relawan PMI yang terlatih dan sudah mengikuti pendidikan sesuai dengan standart PMI dan merupakan tulang punggung PMI dalam setiap Gerakan yang dilakukan di lapangan, berusia 18 s.d 35 tahun.
* Tenaga Sukarela (TSR) : adalah Relawan PMI yang secara pribadi personal setiap orang yang ingin mengabdikan dirinya untuk memberikan kontribusi kepada PMI baik itu moril maupun tenaga sesuai dengan keahlian yang dimiliki, berusia 18 s.d tidak terbatas.

Relawan – relawan yang tergabung dalam wadah PMI tidak membedakan agama, ras dan golongan tertentu baik itu orang tersebut mempunyai kecacatan fisik sekalipun PMI siap menerima kontribusi Relawan. Kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyajian sumber nateri kepalangmerahan ini saya ucapkan terima kasih, karena bagaimanapun juga materi ini sangat banyak diperlukan oleh para relawan yang bergerak dilapangan. Kepada Palang Merah Indonesia (PMI ) Pusat serta KSR Sumedang saya ucapkan terima kasih atas materi yang telah di share kepada saya untuk dishare kepada para relawan lain.

Selasa, 08 Oktober 2013

Dasar Hukum PMR

Di dalam undang-undang ditemukan beberapa pasal yang mengatur mengenai Pertolongan Pertama, namun belum dikuatkan dengan peraturan lain untuk melengkapinya. Beberapa pasal yang berhubungan dengan Pertolongan Pertama antara lain :


Persetujuan Pertolongan
Saat memberikan pertolongan sangat penting untuk meminta izin kepada korban terlebih dahulu atau kepada keluarga, orang disekitar bila korban tidak sadar. Ada 2 macam izin yang dikenal dalam pertolongan pertama :
1. Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat (Implied Consent)
Persetujuan yang diberikan pendarita sadar dengan cara memberikan isyarat, atau penderita tidak sadar, atau pada anak kecil yang tidak mampu atau dianggap tidak mampu memberikan persetujuan
2. Pesetujuan yang dinyatakan (Expressed Consent)
Persetujuan yang dinyatakan secara lisan maupun tulisan oleh penderita.

Alat Perlindungan Diri
Keamanan penolong merupakan hal yang sangat penting, sebaiknya dilengkapi dengan peralatan yang dikenal sebagai Alat Perlindungan Diri antara lain :
a. Sarung tangan lateks
Pada dasarnya semua cairan tubuh dianggap dapat menularkan penyakit.
b. Kaca mata pelindung
Mata juga termasuk pintu gerbang masuknya penyakit kedalam tubuh manusia
c. Baju pelindung
Mengamankan tubuh penolong dari merembesnya carian tubuh melalui pakaian.
d. Masker penolong
Mencegah penularan penyakit melalui udara
e. Masker Resusitasi Jantung Paru
Masker yang dipergunakan untuk memberikan bantuan napas
f. Helm
Seiring risiko adanya benturan pada kepala meningkat. Helm dapat mencegah terjadinya cedera pada kepala saat melakukan pertolongan.
Kewajiban Pelaku Pertolongan Pertama
Dalam menjalankan tugasnya ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan :
a. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya.
b. Dapat menjangkau penderita.
c. Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa.
d. Meminta bantuan/rujukan.
e. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban
f. Membantu pelaku pertolongan pertama lainnya.
g. Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita.
h. Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat.
i. Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi.
Kualifikasi Pelaku Pertolongan Pertama
Agar dapat menjalankan tugas seorang petugas penolong harus memiliki kualifikasi sebagai berikut :
a. Jujur dan bertanggungjawab.
b. Memiliki sikap profesional.
c. Kematangan emosi.
d. Kemampuan bersosialisasi.
e. Kemampuannya nyata terukur sesuai sertifikasi PMI. Secara berkesinambungan mengikuti kursus penyegaran.
f. Selalu dalam keadaan siap, khususnya secara fisik
g. Mempunyai rasa bangga.
Fungsi Alat dan Bahan Dasar
Dalam menjalankan tugasnya ada beberapa peralatan dasar yang sebaiknya tersedia dan mampu digunakan oleh penolong di antaranya :
1. Alat dan bahan memeriksa korban
2. Alat dan bahan perawatan luka
3. Alat dan bahan perawatan patah tulang
4. Alat untuk memindahkan penderita
5. Alat lain yang dianggap perlu sesuai dengan kemampuan

Minggu, 06 Oktober 2013

SEJARAH PMR

Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia I (1914 – 1918) pada waktu itu Australia sedang mengalami peperangan. Karena Palang Merah Australia kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Remaja.

Pada tahun 1919 didalam siding Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh Negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia. Sebelumnya pada awal pendirian bernama Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).
Syarat menjadi anggota PMR :
 
1. Warga Negara Republik Indonesia.
 2. Usia :   
   PMR Mula   : Setingkat usia siswa SD/MI dari 7 – 12 th.
   PMR Madya : Setingkat usia siswa SMP/MTs dari 12 – 16 th.
   PMR Wira   : Setingkat usia siswa SMA/MA dari 16 – 20 th.
 3. Dapat membaca dan menulis.
 4. Atas dasar kemauan sendiri.
 5. Mendapat persetujuan orang tua.
 6. Bersedia mengikuti Pendidikan & Pelatihan Dasar Kepalangmerahan.
 7. Permintaan jadi anggota disampaikan ke Pengurus Cabang PMI setempat.

Tugas-tugas PMR disebut juga dengan Tri Bakti PMR, yaitu :
  1. Berbakti kepada Masyarakat.
  2. Mempertinggi keterampilan dan memelihara kebersihan dan kesehatan.
  3. Mempererat persahabatan Nasional dan Internasional.

Sabtu, 05 Oktober 2013

7 PRINSIP PALANG MERAH REMAJA

Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah menumbuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.
Kesamaan
Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan medahulukan keadaan yang paling parah.
Kenetralan
Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.
Kemandirian
Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu Pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga harus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini.
Kesukarelaan
Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apa pun.
Kesatuan
Di dalam suatu negara hanya ada satu perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.
Kesemestaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap Perhimpunan Nasional mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong sesama manusia.
Berdasarkan Statuta / Anggaran Dasar Gerakan, masalah lambang pelindung yaitu Palang Merah dan Bulan Sabit Merah juga perlu mendapat perhatian untuk dibahas dan disebarluaskan. Setiap orang perlu diberi pengertian bahwa orang dan benda / objek apapun yang memakai lambang pelindung tersebut tidak boleh diserang. Perlu juga ditekankan mengenai siapa saja yang berhak menggunakan lambang tersebut. Penghormatan terhadap lambang ini perlu ditegakkan pada masa damai untuk menjamin pula penghormatannya pada saat konflik bersenjata. Masalah lambang ini sangat penting karena menyangkut keselamatan dan jaminan perlindungan terhadap anggota Gerakan terutama pada masa konflik bersenjata. Apabila keamanannya terjamin, maka merekapun dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal.

Jumat, 04 Oktober 2013

Pendidikan dan pelatihan PMR

Palang Merah Remaja atau PMR adalah suatu organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah ataupun kelompok-kelompok masyarakat (sanggar, kelompok belajar, dll) dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar

Kamis, 03 Oktober 2013

Strategi MTs Dalam Menuju Pendidikan yang Berkualitas

dalam era telekomunikasi ini,sangat tidak lucu jika pendidikan masih menggunakan sistem tradisional  melulu, Mts harus punya terobosan terobosan yang berani dan perhitungan yang mantap jika ingin tampil sama dengan SMP lainnya.
jika MTs hanya seperti ini jangan harap kita bisa berpacu dengan SMP yang notabene di masyarakat masih punya tempat dan menjadi vavorit untuk diminati, menurut hemat kami pemikiran pemikiran MTs  yang masih mengandalkan agama sebagai modal penawaran pendidikan  kepada umum harus lebih diperjelas bahwa pendidikan agama adalah suatu kewajiban dan rutinitas madrasah jadi bukan yang harus

Rabu, 02 Oktober 2013

Dalil & Hadist Tentang Kewajiban Menutup Aurat Bagi Wanita

Sebagai Muslimah / kaum HAWA yang Beriman, perlu untuk kita diketahui bahwa kewajiban berpenampilan wajar(tidak berlebihan / sederhana) dan juga menutup aurat adalah WAJiB bagi mereka sudah baligh. Bahkan menurut saya, wanita walau pun dia tidak cantik tapi berkerudung (menutup aurat) ia akan tampak lebih cantik, dan tidak terlihat Kekurangannya, dan Ia akan Tampak berwibawa, terlihat seperti gambar diatas. apa itu betul ?
Aurat wanita yang wajib tertutup = seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan.
Berikut adalah dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadis Nabi s.a.w, tentang Aurat mari kita simak.

Dalil-dalil AL-QUR'AN
"Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." (Surah Al-Ahzab, ayat 59)
"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapak mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya." (Surah An-Nur, ayat 31)
Hadis-hadis NABI S.A.W.
“Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, setiap kali mereka keluar, syeitan akan memperhatikannya.” (HR. Bazzar & At- Tirmizi)
Bahawa Asma’ bint Abi Bakr (kakaknya) bertemu Nabi s.a.w. dalam keadaan pakaiannya nipis sehingga nampak kulit badannya, lalu Nabi s.a.w. pun bersabda: “Wahai Asma’, seorang perempuan yang telah sampai haidh (baligh) tidak boleh dilihat (hendaklah bertutup) pada badannya melainkan ini dan ini” (sambil baginda menunjukkan ke arah wajah dan kedua pergelangan tangannya). (HR Abu-Dawud)
“Allah merahmati wanita-wanita Muhajirin yang pertama, apabila turunnya ayat (yang bermaksud) “…dan hendaklah mereka menutup belahan leher baju mereka dengan tudung kepala mereka…”,serta-merta mereka mengoyakkan apa sahaja kain (yang ada di sekeliling mereka) lalu bertudung dengannya.” (HR, Al-Bukhari)
Siksaan Neraka Wanita Yang Berpenampilan Menyimpang Dari Islam :
►Wanita yang memakan badannya sendiri adalah ia yang berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain. ►Wanita yang akan memotong badannya sendiri dengan gunting neraka adalah ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat para laki-laki yang bukan muhrimnya.
Bagaimana Para Muslimah ? Apa Anda Mau Menyksa Diri Anda Sendiri? Dan juga bagi para Kaum Adam Supaya untuk Memperingatkan pada kaum Hawa .Intinya yang Bisa kita lakukan adalah Taat Turuti Perintah ALLOH SWT . Karena Sesungguhnya ALLOH itu tidak butuh Manusia, Tapi Manusialah Yang Butuh ALLOH SWT.
Udah itu saja yang bisa saya berikan Bagi Anda Semoga bermanfaat Baik bagi anda semua. Terima Kasih...smile
Wasallammuaaalaikum Wr Wb