Minggu, 04 Agustus 2013

Problematika Perbedaan Keberagaman Umat Islam


Islam itu satu akan tetapi alirannya atau pemahaman yang beragam sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW bahwasanya umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Keberagaman dalam hal pemahaman serta pengamalan ajaran agama Islam tentu sudah menjadi sebuah realita bahkan sunnatullah yang tidak perlu lagi diperdebatkan.


Bahkan keberagaman tersebut pada dasarnya sudah terjadi pada masa sahabat ketika wafatnya Nabi Muhammad SAW. Saat Nabi Muhammad SAW masih hidup, berbagai problematika yang terjadi bisa langsung ditanyakan oleh pengikutnya. Akan tetapi, setelah Nabi Muhammad SAW wafat, muncullah berbagai perbedaan dalam beberapa hal, baik yang menyangkut urusan kehidupan beragama maupun kehidupan bernegara.

Begitu juga dinamika kehidupan umat Islam di Indonesia, karena adanya keberagaman dalam pengamalan ajaran agama dan rujukannya, muncullah beberapa perbedaan pemahaman dan golongan dalam agama Islam. Hal ini terlihat dengan munculnya golongan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, Salafi, Jama’ah Tabligh dan masih banyak lagi kelompok lainnya.

Namun keberagaman atau perbedaan dalam pengamalan ajaran agama dan rujukannya itu bukanlah hal yang prinsip untuk kita membenci atau memusuhi mereka. Asalkan akidahnya tidak melenceng dengan apa yang telah diajarkan Nabi Muhammad maka mereka adalah saudara kita. Juga tidak saling mengkafirkan satu sama lainnya agar umat islam itu bersatu dalam keberagaman pengamalan ajaran agama dan rujukannya.