Islam
itu satu akan tetapi alirannya atau pemahaman yang beragam sebagaimana sabda
Nabi Muhammad SAW bahwasanya umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Keberagaman dalam hal pemahaman serta pengamalan
ajaran agama Islam tentu sudah menjadi sebuah realita bahkan sunnatullah yang
tidak perlu lagi diperdebatkan.
Bahkan keberagaman tersebut pada dasarnya sudah terjadi pada
masa sahabat ketika wafatnya Nabi Muhammad SAW. Saat Nabi Muhammad SAW masih
hidup, berbagai problematika yang terjadi bisa langsung ditanyakan oleh
pengikutnya. Akan tetapi, setelah Nabi Muhammad SAW wafat, muncullah berbagai
perbedaan dalam beberapa hal, baik yang menyangkut urusan kehidupan beragama
maupun kehidupan bernegara.
Begitu juga dinamika kehidupan umat Islam di Indonesia,
karena adanya keberagaman dalam pengamalan ajaran agama dan rujukannya,
muncullah beberapa perbedaan pemahaman dan golongan dalam agama Islam. Hal ini
terlihat dengan munculnya golongan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis,
Salafi, Jama’ah Tabligh dan masih banyak lagi kelompok lainnya.
