Selasa, 04 Maret 2014

Kisah Populer Nabi Sulaiman dan Jin Ifrit

Sejak masih dalam bimbingan ayahandanya tercinta, Nabi Sulaiman sadar bahwa ia dikarunia begitu besar nikmat oleh Allah swt. Nikmat yang jarAng sekali dimiliki oleh orang kebanyakan. “Segala puji bagi Allah yAng telah melebihkan kami atas kebanyakan hamba-hambaNya yang beriman—yang tidak diberi ilmu seperti yang diberikan kepada kami.” Doanya setiap kali. Ketika Nabi Daud meninggal dunia, hanya Sulaiman di antara putra-putranya yang mewarisi kenabian dan kerajaan.

Namun Sulaiman sama seklai tidak pongah atau takabur. Ia bahkan suatu kali mengundang pembesar-pembesar dan para cerdik pandai yang ada dalam kerajaannya. Kepada mereka ia berkata bahwa kelebihannya mengerti bahasa binatang merupakan karunia Allah semata.
Namun sebagai seorang Nabi, ia pun tak luput dari ujian. Allah menguji Sulaiman dengan berbagai penyakit yang berat. Jika ia duduk di atas kursi, tampak seakan-akan ia sebagai jasad yang tak mempunyai ruh. Penyakit ini disebabkan ia terlalu banyak bekerja
Suatu kali, Nabi Sulaiman kehilangan burung Hudhudnya.

Senin, 03 Maret 2014

HUKUM MEMELIHARA ANJING

Memelihara anjing termasuk najis, akan tetapi jika seorang muslim memelihara anjing sekedar untuk keamanan rumah dan dia ditempatkan di luar di ujung komplek. Bagaimana dia mensucikan dirinya? Apa hukumnya jika dia tidak mendapatkan debu atau tanah untuk membersihkan dirinya? Apakah ada benda pengganti yang dapat digunakan seorang muslim untuk membersihkan dirinya? Kadang-kadang orang itu membawa anjing tersebut untuk berlari, kadang anjing tersebut merangkul dan menciumnya… Alhamdulillah.

Pertama: Syariat yang suci telah mengharamkan memeliharat anjing. Siapa yang menentang ajaran ini (dengan memelihara anjing) maka akan dihukum dengan mengurangi kebaikannya sebanyak satu qirath atau dua qirath setiap hari. Dikecualikan dalam hal ini jika memelihara bertujuan untuk berburu, menjaga ternak dan menjaga pertanian.

Minggu, 02 Maret 2014

PENGAKUAN IBLIS KEPADA RASULULLAH DALAM MENGGANGGU ORANG SHALAT

Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a. [dalam Kisah Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis]; Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang meng-akhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya:” Masih ada waktu, sementara engkau sibuk”. Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul wajahnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaithan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,’ Lihatlah kiri-kanan’, lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan kepadanya,’ Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya’. Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya. Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa.

Sabtu, 01 Maret 2014

12 Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Mendirikan Shalat

Shalat adalah tiang agama dan rukun Islam yang kedua, dia adalah ibadah yang pertama kali akan dipertanggung jawabkan oleh seorang hamba di hadapan Allah SWT pada hari kiamat. Maka wajib bagi setiap muslim memperhatikan pelaksanaan shalat ini sebgaimana yang telah diperintakan oleh Nabi Muhammad SAW dan dengan tata cara yang telah dijelaskan oleh beliau. Diriwyatkan dari Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya dari hadits Malik bin Al-Huwairits bahwa Nabi bersabda: "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”[1]. Diriwayatkan oleh Al-Thabrani di dalam kitab Al-Ausath dari Abdullah bin Qorth bahwa Nabi bersabda: "Amalan hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat, apabila baik maka baiklah seluruh amalnya dan apabila rusak maka rusaklah seluruh amalnya”.[2] Lalu, apakah cara shalat yang kita lakukan sudah benar seperti yang dicontohkan Rasulullah?